Cari Sahabatmu disini

Rabu, Juli 30, 2008

Invesment Bisnis



INVESTASIJAYA.COM

Memberikan Pasif Income Sebesar 210% Selama 26 Hari

Modal Sekali Seumur Hidup Hanya... Rp.100.000,- per unit Anda berkesempatan untuk meraih Rp.1 Milyar hanya dalam waktu 1 tahun. Tanpa Merekrut, Tanpa Berjualan, Tanpa Tutup Poin Tiap Bulan... Murni Pasif Income Harian Selama 26 Hari Anda Menjadi Member Kami.

Kami, sebuah perusahaan perdagangan umum dan ekspor impor yang sedang berkembang, memberikan kesempatan penuh kepada Anda yang ingin menjadi investor kami dengan mendepositkan dana Anda kepada unit-unit usaha yang berada di bawah naungan manajemen perusahaan kami, diantaranya :

1. Perdagangan Ekspor Impor

2. SPBU

3. Kredit Usaha Mikro dan Makro

4. Cafe/Restoran Siap Saji

5. Otomotif 6. Travel Agency

7. Unit produktif lainnya dengan tingkat modal Rp.5 juta sampai Rp.2 M

Dengan prinsip semangat bekerja keras dalam usaha dan memberikan yang terbaik kepada para investor kami sebagai pemilik modal... We Serve You The Best.

Tanpa perlu banyak tenaga yang harus Anda keluarkan sia-sia...

Tanpa perlu banyak dana yang harus Anda keluarkan...

Tanpa perlu gulung tikar karena gagal mengelola usaha...

Tanpa perlu menyita banyak waktu Anda...

Tanpa perlu kehilangan waktu luang Anda bersama keluarga..

Tanpa perlu menuntut pengorbanan yang harus lakukan...

Klik Untuk daftar dan Info Lanjut

WWW.INVESTASIJAYA.COM

Sabtu, Juli 05, 2008

OBTAINING CREDIT CARD NUMBERS

BY: DIzzIE Ó 1999
If you can't tell from the title, this file teaches you how to get credit card numbers.
Why get credit card numbers? Well, if you can't answer that, I don't think you should really be reading this.
The Fun World of Dumpster Diving.
Just put on your swimsuit and dive right in. Just make sure that the dumpster
is behind a popular store that has un-coded credit card numbers on the receipts.
Popular stores are Nordstrom, Robinson's May, and Albertson's.
If you find one receipt and the card number is coded
(has the annoying little astrek marks ******) then don't bother looking for more receipts in the same dumpster,
unless the dumpster has receipts from other stores which don't have encoded credit card numbers.
Other good places to dumpster dive besides stores are the dumpsters behind restaurants.
Those receipts often have the person's name and address too.

Credit Card Generators.
Those are programs that generate false credit cards numbers that still pass through most checks.
Credit card generators are especially good to use when ordering stuff online.
To find credit card generators just got to your favorite search engine and type:
"credit card generators," or "credit card numbers."
A couple good generators are "Credit Card Wizard v1.1" and "Fraud3r," Fraud generates a phony address too.

Stealing Numbers on the Job.
Get a job at a popular clothing store, where lots of people use credit cards.
When the person hands you their card you can:
a) Place a piece of play-doh under the counter and press the card against it,
so that all the information is copied.
b) Attempt to memorize the number. Yeah, like you can memorize 16 numbers.
c) Write down the number from the sales receipt.
Which ever method you choose, make sure to do it away from the security cameras.
The safest method is probably a).

Mailbox Raiding.
Go to an area where there are a bunch of houses (not apartments),
and the mailboxes are left unlocked. Look inside every box and feel the envelope.
When you feel a small, hard, rectangular shape take the envelope and look inside. BINGO! Now you have a brand new card.
You can actually use this card in stores because the person
doesn't even know he has a new credit card. Or if he does he'll call the card company,
they'll say that the card has already been used, then you're in deep dog excrement. So,
use the card in stores for about a week, then start using it online, until it's canceled.
Then when the person gets a new card you can get that one too!
Well, I hope you learned a lot kids. Happy carding!!!!
Email me at xcon0@yahoo.com or fax me at 1-559-663-4067, I dare ya!

Selasa, Juli 01, 2008

Tips Memilih dan Membeli Ponsel Bekas

Handphone atau telepon seluler atau ponsel, sekali lagi tak henti-hentinya
menebarkan 'pesona'-nya bagi para konsumen maupun calon konsumennya.
Daya pikatnya tak lagi terletak pada teknologi canggih komunikasi yang
ditawarkan, namun juga pada lifestyle alias 'gaya hidup', yang mengandung
unsur pasti: Gengsi! Komunikasi bukan lagi sebagai satu pilihan, namun
kewajiban dan keharusan. Tak heran, kebutuhan akan perangkatnya pun
seolah makin 'tak terkendali' alias meningkat, dari w aktu ke waktu.

Namun demikian, walaupun memiliki kebu tuhan yang sama akan perangkat
ponsel tersebut, tetap saja tak bisa dipungkiri bahwa daya beli masing-
masing konsumen maupun calon konsumen tak sama. Banyak 'parameter'
atau 'batasan-batasan' yang dimiliki oleh mereka dalam menentukan pilihan
akan perangkat ponsel yang akan mereka gunakan selain dari sisi harga,
seperti fitur, model, fungsional, dan sebagainya.

Saat ini, ponsel bekas makin diminati oleh para calon konsumen. Karena,
para konsumen mulai kreatif dalam berpikir. Daripada mereka
membelanjakan uangnya untuk ponsel yang baru dengan fungsi yang
'standard', lebih baik yang bekas namun memiliki fitur 'di atas standard'.
Nilai uang yang dikeluarkan memang hampir sama, namun 'kemampuan'
yang dimiliki oleh ponsel tersebut tentu berbeda.

Nah, berikut ini adalah tips bagi para calon kon sumen yang akan memilih
dan membeli ponsel bekas, agar bisa mendapatkan barang masih sangat
layak dan normal, dengan harga yang relative murah.

1. Kenali Jenis Ponsel yang Akan Dibeli

Sebelum anda berangkat ke outlet atau counter HP, buatlah gambaran
mengenai ponsel jenis apa yang akan anda beli, seperti: merk, type, dan
jenis layanan komunikasi (GSM atau CDMA). Hal ini dilakukan, agar anda tak
bingung dan mudah terpengaruh ketika dihadapkan dengan banyak pilihan di
salah satu counter HP yang anda kunjungi. Atau bila perlu, carilah teman
anda yang mempunyai ponsel yang sama dengan jenis ponsel yang anda
inginkan. Sehingga anda telah mempunyai gambaran yang pasti mengenai
ponsel tersebut.

2. Survei Harga Pasaran

Carilah harga pasaran dari pon sel yang anda inginkan, baik baru maupun
bekas, sebagai bahan pertimbangan dalam 'mengukur' nilai harga ponsel
dengan masa pakai, nilai penyusutan, tren, dsb. Referensi mengenai harga
ponsel bisa anda dapatkan melalui majalah atau tabloid mengenai ponsel,
ataupun menanyakan secara langsung pada beberapa counter HP, sebagai
bahan perbandingan.

3. Teliti Fisik dan Kelengkapan Ponsel

Yang namanya barang bekas, di mana-mana pasti memiliki cacat. Jangankan
yang bekas, yang baru pun kadang juga telah memiliki 'cacat bawaan' alias
'cacat pabrik'. Tapi, paling tidak kita bisa mendapatkan barang bekas yang
masih bagus, atau istilahnya 'BSB', yakni Bekas Seperti Baru. Kita mencari
barang yang memiliki 'cacat' yang sesedikit mungkin, atau mungkin yang
hampir tanpa cacat.

Teliti keutuhan fisik ponsel, baik itu casing, keypad atau tombol, LCD,
baterai, charger, dos (samakan no. imei yang ada pada dos dengan no imei
yang tertera badan ponsel bagian belakang) + buku manual, headset atau
handsfree (optional), baut-baut, dan segel. Selain masalah keutuhan fisik,
juga 'originalitas' atau 'keaslian' komponen luar (penampilan ) dan dalam
(hardware/perangkat keras) ponsel. Salah satu cara untuk mengenali
keaslian ponsel tersebut, salah satunya bisa dilihat dari stiker yang ada pada
ponsel tersebut, yang menunjukkan identitas dari distributor resminya. Hati-
hati dengan penampilan yang 'Aspal' alias 'Asli tapi Palsu'.

4. Teliti Fungsionalitas dan Operasional Ponsel

Kenali menu standard dari ponsel, beserta keseluruhan isi dan fungsi dari
dari ponsel tersebut. Cobalah untuk mengoperasikan ponsel tersebut, dengan
terlebih dahulu mengisinya dengan berbagai macam SIM Card, baik yang
berteknologi GSM maupun CDMA. Untuk ponsel berteknologi GSM, ada 3
frekuensi yang dipergunakan, yakni 900 MHz, 1800 MHz, dan 19 00 MHz. Di
Indonesia, yang saat ini dipergunakan adalah frekuensi 900/1800 MHz.
Sedangkan frekuensi 1900 MHz dipergunakan pada ponsel berteknologi
CDMA, disamping penggunaan frekuensi 850 MHz.

Telitilah pada kekuatan sinyal dan baterai, dengan mengamatinya pada
indikator yang tertera di LCD atau tampilan pada layer ponsel. Jangan
sampai nanti ternyata ponsel yang anda beli tersebut, baterainya nge-'drop'
alias mudah habis, susah diisi ulang alias di-'charge' dan sinyalnya lemah
sekali. Cobalah juga untuk mengoperasikan ponsel tersebut, dari kemudahan
respon pada tombolnya, kekontrasan, gelap-terang, serta warna tampilan
atau LCD ponsel, kondisi speaker beserta volumenya, microphone, vibrator
alias menu getar ponsel, buzzer alias speaker yang mengeluarkan bunyi
ringtones dari ponsel tersebut, beserta volumenya.

Kemudian untuk perangkat lunaknya, cobalah fitur-fitur dari ponsel (andai
tersedia), seperti: perangkat konektifitas (IR – Infra Red, Bluetooth, kabel
data), memori eksternal (MMC, RS-MMC, dll), handsfree, software-software
aplikasi yang disediakan ponsel dan juga nomor kode standar atau phone
code dari ponsel tersebut.

Pencet sembarang tombol dengan serampangan, anggap saja seperti anak
kecil yang bermain-main ponsel dengan memencet tombol-tombolnya,
sebanyak mungkin tombol dan selama mungkin. Perhatikan, jika kemudian
ponsel tersebut hang atau macet, bisa dipastikan ponsel tersebut 'tak layak'
pakai. Hati-hati dengan kamuflase yang dibuat oleh penjual ponsel yang
'curang', dari luar tampak bagus, didalamnya 'hancur lebur'.

5. Teliti Perjanjian Jual Beli dan Layanan 'After Sales'

Tanyakan mengenai garansi yang dimiliki oleh ponsel, apakah garansi dari
distributor masih berlaku atau sudah kadaluwarsa. Kemudian, pastikan
jaminan atau garansi apa yang diberikan oleh counter ponsel tersebut,
garansi servis atau komponen, dan sampai berapa lama garansi tersebut
berlaku.

6. Pilihlah Counter yang Profesional

Untuk menghindari 'penipuan' dalam jual beli ponsel, sebaiknya anda
memilih counter yang professional dan terpercaya. Jangan tertipu dengan
penampilan bangunan counter dan kata-kata dari si penjual yang manis
penuh dengan 'rayuan'. Atau mungkin, anda meminta saran atau
rekomendasi dari teman yang sudah pernah mendatangi counter tertentu.
Dan jika anda tak menemui ponsel yang memenuhi criteria yang sesuai
dengan yang anda inginkan, lebih baik pindah ke lain ponsel atau tunda dulu
pembelian ponsel pada hari itu.

Selamat memilih-milih dan berbelanja ponsel, Semoga PUAS…!!!

BELAJAR JADI HACKER

Hacker dengan keahliannya dapat melihat & memperbaiki kelemahan perangkat lunak di komputer; biasanya kemudian di publikasikan secara terbuka di Internet agar sistem menjadi lebih baik. Sialnya, segelintir manusia berhati jahat menggunakan informasi tersebut untuk kejahatan - mereka biasanya disebut cracker. Pada dasarnya dunia hacker & cracker tidak berbeda dengan dunia seni, disini kita berbicara seni keamanan jaringan Internet.
Saya berharap ilmu keamanan jaringan di tulisan ini digunakan untuk hal-hal yang baik - jadilah Hacker bukan Cracker. Jangan sampai anda terkena karma karena menggunakan ilmu untuk merusak milik orang lain. Apalagi, pada saat ini kebutuhan akan hacker semakin bertambah di Indonesia dengan semakin banyak dotcommers yang ingin IPO di berbagai bursa saham. Nama baik & nilai sebuah dotcom bisa jatuh bahkan menjadi tidak berharga jika dotcom di bobol. Dalam kondisi ini, para hacker di harapkan bisa menjadi konsultan keamanan bagi para dotcommers tersebut - karena SDM pihak kepolisian & aparat keamanan Indonesia amat sangat lemah & menyedihkan di bidang Teknologi Informasi & Internet. Apa boleh buat cybersquad, cyberpatrol swasta barangkali perlu di budayakan untuk survival dotcommers Indonesia di Internet.
Berbagai teknik keamanan jaringan Internet dapat di peroleh secara mudah di Internet antara lain di http://www.sans.org, http://www.rootshell.com, http://www.linuxfirewall.org/, http://www.linuxdoc.org, http://www.cerias.purdue.edu/coast/firewalls/, http://www.redhat.com/mirrors/LDP/HOWTO/. Sebagian dari teknik ini berupa buku-buku yang jumlah-nya beberapa ratus halaman yang dapat di ambil secara cuma-cuma (gratis).

Beberapa Frequently Asked Questions (FAQ) tentang keamanan jaringan bisa diperoleh di http://www.iss.net/vd/mail.html, http://www.v-one.com/documents/fw-faq.htm. Dan bagi para experimenter beberapa script / program yang sudah jadi dapat diperoleh antara lain di http://bastille-linux.sourceforge.net/, http://www.redhat.com/support/docs/tips/firewall/firewallservice.html.
Bagi pembaca yang ingin memperoleh ilmu tentang jaringan dapat di download secara cuma-cuma dari http://pandu.dhs.org, http://www.bogor.net/idkf/, http://louis.idaman.com/idkf. Beberapa buku berbentuk softcopy yang dapat di ambil gratis dapat di ambil dari http://pandu.dhs.org/Buku-Online/. Kita harus berterima kasih terutama kepada team Pandu yang dimotori oleh I Made Wiryana untuk ini. Pada saat ini, saya tidak terlalu tahu adanya tempat diskusi Indonesia yang aktif membahas teknik-teknik hacking ini - tetapi mungkin bisa sebagian di diskusikan di mailing list lanjut seperti kursus-linux@yahoogroups.com & linux-admin@linux.or.id yang di operasikan oleh Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) http://www.kpli.or.id.

Cara paling sederhana untuk melihat kelemahan sistem adalah dengan cara mencari informasi dari berbagai vendor misalnya di http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3b tentang kelemahan dari sistem yang mereka buat sendiri. Di samping, memonitoring berbagai mailing list di Internet yang berkaitan dengan keamanan jaringan seperti dalam daftar http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3e.
Dijelaskan oleh Front-line Information Security Team, “Techniques Adopted By ‘System Crackers’ When Attempting To Break Into Corporate or Sensitive Private Networks,” fist@ns2.co.uk http://www.ns2.co.uk. Seorang Cracker umumnya pria usia 16-25 tahun.

Berdasarkan statistik pengguna Internet di Indonesia maka sebetulnya mayoritas pengguna Internet di Indonesia adalah anak-anak muda pada usia ini juga. Memang usia ini adalah usia yang sangat ideal dalam menimba ilmu baru termasuk ilmu Internet, sangat disayangkan jika kita tidak berhasil menginternetkan ke 25000 sekolah Indonesia s/d tahun 2002 - karena tumpuan hari depan bangsa Indonesia berada di tangan anak-anak muda kita ini.
Nah, para cracker muda ini umumnya melakukan cracking untuk meningkatkan kemampuan / menggunakan sumber daya di jaringan untuk kepentingan sendiri. Umumnya para cracker adalah opportunis. Melihat kelemahan sistem dengan mejalankan program scanner. Setelah memperoleh akses root, cracker akan menginstall pintu belakang (backdoor) dan menutup semua kelemahan umum yang ada.

Seperti kita tahu, umumnya berbagai perusahaan / dotcommers akan menggunakan Internet untuk (1) hosting web server mereka, (2) komunikasi e-mail dan (3) memberikan akses web / internet kepada karyawan-nya. Pemisahan jaringan Internet dan IntraNet umumnya dilakukan dengan menggunakan teknik / software Firewall dan Proxy server. Melihat kondisi penggunaan di atas, kelemahan sistem umumnya dapat di tembus misalnya dengan menembus mailserver external / luar yang digunakan untuk memudahkan akses ke mail keluar dari perusahaan. Selain itu, dengan menggunakan agressive-SNMP scanner & program yang memaksa SNMP community string dapat mengubah sebuah router menjadi bridge (jembatan) yang kemudian dapat digunakan untuk batu loncatan untuk masuk ke dalam jaringan internal perusahaan (IntraNet).
Agar cracker terlindungi pada saat melakukan serangan, teknik cloacking (penyamaran) dilakukan dengan cara melompat dari mesin yang sebelumnya telah di compromised (ditaklukan) melalui program telnet atau rsh. Pada mesin perantara yang menggunakan

Windows serangan dapat dilakukan dengan melompat dari program Wingate. Selain itu, melompat dapat dilakukan melalui perangkat proxy yang konfigurasinya kurang baik.
Setelah berhasil melompat dan memasuki sistem lain, cracker biasanya melakukan probing terhadap jaringan dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara, misalnya (1) menggunakan nslookup untuk menjalankan perintah ‘ls ’ , (2) melihat file HTML di webserver anda untuk mengidentifikasi mesin lainnya, (3) melihat berbagai dokumen di FTP server, (4) menghubungkan diri ke mail server dan menggunakan perintah ‘expn ’, dan (5) mem-finger user di mesin-mesin eksternal lainnya.
Langkah selanjutnya, cracker akan mengidentifikasi komponen jaringan yang dipercaya oleh system apa saja. Komponen jaringan tersebut biasanya mesin administrator dan server yang biasanya di anggap paling aman di jaringan. Start dengan check akses & eksport NFS ke berbagai direktori yang kritis seperti /usr/bin, /etc dan /home. Eksploitasi mesin melalui kelemahan Common Gateway Interface (CGI), dengan akses ke file /etc/hosts.allow.

Selanjutnya cracker harus mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan. Cracker bisa mengunakan program di Linux seperti ADMhack, mscan, nmap dan banyak scanner kecil lainnya. Program seperti ‘ps’ & ‘netstat’ di buat trojan (ingat cerita kuda troya? dalam cerita klasik yunani kuno) untuk menyembunyikan proses scanning. Bagi cracker yang cukup advanced dapat mengunakan aggressive-SNMP scanning untuk men-scan peralatan dengan SNMP.

Setelah cracker berhasil mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan, maka cracker akan menjalan program untuk menaklukan program daemon yang lemah di server. Program daemon adalah program di server yang biasanya berjalan di belakang layar (sebagai daemon / setan). Keberhasilan menaklukan program daemon ini akan memungkinkan seorang Cracker untuk memperoleh akses sebagai ‘root’ (administrator tertinggi di server).

Untuk menghilangkan jejak, seorang cracker biasanya melakukan operasi pembersihan ‘clean-up’ operation dengan cara membersihkan berbagai log file. Dan menambahkan program untuk masuk dari pintu belakang ‘backdooring’. Mengganti file .rhosts di /usr/bin untuk memudahkan akses ke mesin yang di taklukan melalui rsh & csh.

Selanjutnya seorang cracker dapat menggunakan mesin yang sudah ditaklukan untuk kepentingannya sendiri, misalnya mengambil informasi sensitif yang seharusnya tidak dibacanya; mengcracking mesin lain dengan melompat dari mesin yang di taklukan; memasang sniffer untuk melihat / mencatat berbagai trafik / komunikasi yang lewat; bahkan bisa mematikan sistem / jaringan dengan cara menjalankan perintah ‘rm -rf / &’. Yang terakhir akan sangat fatal akibatnya karena sistem akan hancur sama sekali, terutama jika semua software di letakan di harddisk. Proses re-install seluruh sistem harus di lakukan, akan memusingkan jika hal ini dilakukan di mesin-mesin yang menjalankan misi kritis.
Oleh karena itu semua mesin & router yang menjalankan misi kritis sebaiknya selalu di periksa keamanannya & di patch oleh software yang lebih baru. Backup menjadi penting sekali terutama pada mesin-mesin yang menjalankan misi kritis supaya terselamatkan dari ulah cracker yang men-disable sistem dengan ‘rm -rf / &’.

Bagi kita yang sehari-hari bergelut di Internet biasanya justru akan sangat menghargai keberadaan para hacker (bukan Cracker). Karena berkat para hacker-lah Internet ada dan dapat kita nikmati seperti sekarang ini, bahkan terus di perbaiki untuk menjadi sistem yang lebih baik lagi. Berbagai kelemahan sistem di perbaiki karena kepandaian rekan-rekan hacker yang sering kali mengerjakan perbaikan tsb. secara sukarela karena hobby-nya. Apalagi seringkali hasil hacking-nya di sebarkan secara cuma-cuma di Internet untuk keperluan masyarakat Internet. Sebuah nilai & budaya gotong royong yang mulia justru tumbuh di dunia maya Internet yang biasanya terkesan futuristik dan jauh dari rasa sosial.

Pengembangan para hobbiest hacker ini menjadi penting sekali untuk keberlangsungan / survival dotcommers di wahana Internet Indonesia. Sebagai salah satu bentuk nyatanya, dalam waktu dekat Insya Allah sekitar pertengahan April 2001 akan di adakan hacking competition di Internet untuk membobol sebuah server yang telah di tentukan terlebih dahulu. Hacking competition tersebut di motori oleh anak-anak muda di Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Semarang yang digerakan oleh anak muda seperti Kresno Aji (masaji@telkom.net), Agus Hartanto (hartx@writeme.com) & Lekso Budi Handoko (handoko@riset.dinus.ac.id). Seperti umumnya anak-anak muda lainnya, mereka umumnya bermodal cekak - bantuan & sponsor tentunya akan sangat bermanfaat dan dinantikan oleh rekan-rekan muda ini.
Mudah-mudahan semua ini akan menambah semangat pembaca, khususnya pembaca muda, untuk bergerak di dunia hacker yang mengasyikan dan menantang. Kalau kata Captain Jean Luc Picard di Film Startrek Next Generation, “To boldly go where no one has gone before”.

Sumber : Onno W. Purbo
Join FriendFinder - Find Your Special Someone!